Apa yang dilatih dalam permainan Rangku Alu?Seni Budaya dan PrakaryaA. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat7.C. Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat.2. Bagaimana posisi kepala saat berjalan?3. Bagaimana posisi lutut saat berjalan?4. Bagaimana posisi tubuh saat berjalan?5. Apa manfaat melakukan gerak meloncat-loncat?1. Karya seni nusantara yang berupa gerakantubuh adalah ....a. lagu-lagu tradisionalb. lukisan alamc. tarian Nusantarad. musik Nusantara2. Penari membentuk gerakan garis lurus makaakan membentuk pola lantai ....a. lingkaranb. diagonal3. Pola lantai suatu tarian akan lebih terlihatjelas apabila dibawakan ....a. berkelompokb. tunggald. berulang-ulang4. Gerakan penari membentuk sebuah bulatan,akan membentuk pola lantai ....a. Vertikalc. lingkaranb. horizontal d. diagonal5. Sekelompok orang yang mengatur jalannyapergelaran disebut...a. panitiac. penontonb. pesertad. pemain6. Penari tari Pakarena bergerak ke depan danke belakang berarti membentuk pola lantai ....8.c. vertikald. horizontalc. sendiri
1. Apa yang dilatih dalam permainan Rangku Alu?Seni Budaya dan PrakaryaA. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat7.C. Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat.2. Bagaimana posisi kepala saat berjalan?3. Bagaimana posisi lutut saat berjalan?4. Bagaimana posisi tubuh saat berjalan?5. Apa manfaat melakukan gerak meloncat-loncat?1. Karya seni nusantara yang berupa gerakantubuh adalah ....a. lagu-lagu tradisionalb. lukisan alamc. tarian Nusantarad. musik Nusantara2. Penari membentuk gerakan garis lurus makaakan membentuk pola lantai ....a. lingkaranb. diagonal3. Pola lantai suatu tarian akan lebih terlihatjelas apabila dibawakan ....a. berkelompokb. tunggald. berulang-ulang4. Gerakan penari membentuk sebuah bulatan,akan membentuk pola lantai ....a. Vertikalc. lingkaranb. horizontal d. diagonal5. Sekelompok orang yang mengatur jalannyapergelaran disebut...a. panitiac. penontonb. pesertad. pemain6. Penari tari Pakarena bergerak ke depan danke belakang berarti membentuk pola lantai ....8.c. vertikald. horizontalc. sendiri
Jawaban:
2,a,b,f,d maaf kalau salaah
2. KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA oleh Ugi Agustono Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang.. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta. Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susulmenyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga. “Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. “Hai ….! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala. “Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga. Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan. Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar.Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu. Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia. B.Jawablah soal soal berikut dengan jawaban yang tepat! 1.siapa tokoh ajaib dalam cerita di atas? Jawab:. 2.apakah peristiwa ajaib yang dialami tokoh dalam cerita di atas? Jawab:. 3.siapakah yang memiliki ide cerita di atas? Jawab: 4.Bagaimanakah bahasa yang digunakan dalam cerita di atas? Jawab: 5.identifikasikan jenis cerita fantasi di atas? Jawab: Bantu ya kak
Jawaban:
1.Nataga
2.menghibas kan ekor yg menjadi api
3.-
4.tidak formal
5.-
3. di atas itu soalnya ↑ceritanya di bawah ↓KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA seluruh pasukan nataga sudah siap hari itu nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik yang sudah ditentukan seluruh binatang di tanah Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati mempertahankan milik mereka hari itu sejarah besar tanah Modo akan terukir di hati seluruh binatang mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta..saat yang ditunggu pun tiba mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut jumlah pasukan cukup banyak nataga dan seluruh panglima memberi syarat untuk tidak panik..pasukan siluman serigala mulai menginjak pulau tanah Modo susul menyusul bagai air tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam raut wajah mereka penuh dengan Angkara murka dan kesombongan disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari nataga..serbu......! “ teriak nataga sambung menyambung dengan seluruh panglima..pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api pasukan serigala sempat kaget tak percaya cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api namun pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka bahkan dengan kekuatan mereka mereka meniup bola api terbang menuju arah mereka...hai ...! tak ada gunanya kalau melempar bola api kepada kami!“ seluruh serigala dengan sorot mata merah penuh amarah...binatang-binatang tidak putus asa namun pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih mulai bergerak maju seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala..gunakan kekuatan ekor mu ,nataga !“ berisik Dewi kabut di telinga nataga..kata gak sempat bingung dengan kata-kata Dewi kabut karena banyak bola api yang padam alat agar segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan...tiba-tiba nataga memimpin perang seluruh binatang di tanah Modo segera melesat menyerang ekor birunya mendadak ekor nataga mengeluarkan api besar nataga mengipas api pada ekornya yang keras membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut rayap dan para tikus lalu ia melompat bagai kilat dengan mengepung segala dalam api panas kepungan api semakin luas serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar nataga tidak memberi ampun kepada para segala licik itu ...selesai pertempuran nataga segera menuju ke atas bukit bergabung dengan seluruh panglima.. Levo,, Goros,, Lamia ,, Sika dan Morah memandang mata ga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.. →selesai ...←PERHATIAN ↓bagi yang tidak tahu tidak usah di jawab karena nanti saya laporkan jawabanmu terimakasih
Jawaban:
mereka pun saling melengkapi satu sama lain dan selalu menghargai perjuangan nataga